Friday, 7 November 2014

Tapa Bisu Satu Suro

Para abdi dalem dan masyarakat berjalan mengikuti prosesi tapa bisu menuju Kraton Yogyakarta di depan Kompleks Keben, Kraton Yogyakarta (24/10/2014).  Kraton Yogyakarta memiliki tradisi mubeng beteng yang dapat diikuti oleh siapapun bertujuan untuk membersihkan diri agar lebih baik dari tahun sebelumnya setiap malam satu Suro.





Para abdi dalem berdoa sebelum melakukan tapa bisu mengelilingi benteng di Kompleks Keben, Keraton Ngayogyakarta (24/10/2014). Setiap tanggal satu Suro atau tahun baru Islam di Kraton Yogyakarta memiliki tradisi mubeng beteng, yaitu mengelilingi benteng guna membersihkan diri dan memohon perlindungan kepada Tuhan YME.





Masyarakat berjalan mengikuti prosesi tapa bisu menuju Kraton Yogyakarta di selatan Alun - Alun Utara, Yogyakarta (24/10/2014). Kraton Yogyakarta memiliki tradisi mubeng beteng yang dapat diikuti oleh siapapun bertujuan untuk membersihkan diri agar lebih baik dari tahun sebelumnya setiap malam satu Suro.





Para abdi dalem Kraton Yogyakarta dan masyarakat berdoa sebelum melakukan tapa bisu mengelilingi benteng di halaman Tugu, Yogyakarta (24/10/2014). Kraton Ngayogyakarta memiliki tradisi mubeng beteng yang dapat diikuti oleh siapapun bertujuan untuk membersihkan diri agar lebih baik dari tahun sebelumnya setiap satu Suro.

Monday, 13 October 2014

TNI Pamerkan Kendaraan Lapis Baja di Yogyakarta

Sejumlah masyarakat dan anak sekolah dasar menaiki kendaraan lapis baja di Kompleks Alun - Alun Utara Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar



Sejumlah masyarakat dan anak sekolah dasar menaiki kendaraan lapis baja di Kompleks Alun - Alun Utara Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar



Sejumlah masyarakat dan anak sekolah dasar menaiki kendaraan lapis baja di Kompleks Alun - Alun Utara Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar



Sri Sultan HB X memberikan sambutan tentang pameran kendaraan lapis baja di Kompleks Alun - Alun Utara Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar



Puluhan masyarakat  menaiki kendaraan lapis baja di nol kilometer, Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar



Puluhan masyarakat  menaiki kendaraan lapis baja di nol kilometer, Yogyakarta Sabtu (11/10/2014). Kiirab alutsita ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun TNI ke-69 yang memamerkan tank leopard, anoa, tank marder, tank M113, dan meriam105 kepada publik. Rahmad Azhar

Monday, 6 October 2014

Grebeg Besar 1435 H Kraton Yogyakarta

Seorang prajurit mempersiapkan diri untuk mengikuti Grebeg Besar di Kraton Yogyakarta (05/10/2014). Grebeg Besar dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1435 H untuk memperingati pengorbanan nabi Ismail oleh  ayahnya nabi Ibrahim.



Prajurit berbaris sebelum dimulainya acara Grebeg Besar 1435 Hdi Kompleks Magangan, Kraton Yogyakarta (05/10/2014). Grebeg Besar dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1435 H untuk memperingati pengorbanan nabi Ismail oleh  ayahnya nabi Ibrahim.



Para prajurit berbaris mengiringi Grebeg Besar di halaman depan Kraton Yogyakarta (05/10/2014). Grebeg Besar dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1435 H untuk memperingati pengorbanan nabi Ismail oleh ayahnya nabi Ibrahim.



Para prajurit kraton membawa salah satu gunungan Grebeg Besar 1435 H di Kraton Yogyakarta yang nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat (05/10/2014). Grebeg Besar dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1435 H untuk memperingati pengorbanan nabi Ismail oleh ayahnya nabi Ibrahim.


Para prajurit kraton membawa gunungan Grebeg Besar 1435 H di Kraton Yogyakarta yang nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat (05/10/2014). Grebeg Besar dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1435 H untuk memperingati pengorbanan nabi Ismail oleh ayahnya nabi Ibrahim.


Ribuan masyarakat memperebutkan gunungan yang berisi makanan di depan kompleks Masjid Agung Yogyakarta dalam rangka Grebeg Besar 1435 H (05/10/2014). Masyarakat meyakini dalam memperebutkan gunungan ini bisa membawa berkah dalam hidupnya.


Ribuan masyarakat memperebutkan gunungan yang berisi makanan di depan kompleks Masjid Agung Yogyakarta dalam rangka Grebeg Besar 1435 H (05/10/2014). Masyarakat meyakini dalam memperebutkan gunungan ini bisa membawa berkah dalam hidupnya.


Ribuan masyarakat memperebutkan gunungan yang berisi makanan di depan komples Masjid Agung Yogyakarta dalam rangka Grebeg Besar 1435 H (05/10/2014). Masyarakat meyakini dalam memperebutkan gunungan ini bisa membawa berkah dalam hidupnya.


Monday, 15 September 2014

Berkah Pasir Merapi



Gunung Merapi merupakan gunung berapi paling aktif di Pulau Jawa. Namun dibalik keganasannya Gunung Merapi memiliki banyak potensi kehidupan, salah satunya pasir vulkanik yang baik untuk bangunan. Pasir gunung api merupakan bahan lepas berukuran pasir yang dihasilkan pada saat gunung api meletus. Erupsi Gunung Merapi mempengaruhi kegiatan pertambangan yang menjadi mata pencaharian masyarakat terutama di wilayah sekitar Sungai Kali Gendol.

Berangkat sejak matahari terbit pukul 06.00 pagi, Pak Doni bersama anaknya dan Pak Jumidi bergegas berangkat dari Ukirsari, Pleret, Imogiri, Bantul menuju kawasan Kali Gendol, Cangkringan, Sleman untuk menambang pasir merapi. Pak Doni sebagai sopirnya dan Pak Jumidi yang menambang pasirnya. Penambangan pasir ini hampir dilakukan setiap hari dan libur hanya saat badan merasa lelah saja. Pekerjaan ini dilakoni sejak pasca meletusnya Gunung Merapi pada 26 Oktober hingga 6 November Tahun 2010. Sejak itu beliau berdua rutin menambang pasir sampai saat ini. Alasan menambang pasir di Merapi dikarenakan lebih baik untuk bangunan jika dibandingkan dengan pasir progo. Sekali angkut mobil terisi penuh pasir diupah seharga Rp 110.000,-. Harapan untuk pemerintah bagi mereka agar penambangan pasir di kawasan Gunung Merapi sebaiknya jangan dilarang karena mata pencaharian mereka hanyalah penambang pasir, oleh karena itu jika pemerintah melarang aktifitas penambangan pasir mereka tidak bisa menghidupi kebutuhan keluarganya lagi.  












Thursday, 4 September 2014

Warna - Warni Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69

Seorang mengibarkan bendera Merah Putih di tengah acara Kirab Budaya Prawirotaman di Prawirotaman, Yogyakarta (17/08/2014). Festival seni dan kirab budaya Prawirotaman ini diselenggarakan guna meramaikan kemerdekaan Indonesia ke 69.

         

   Bulan Agustus merupakan hari kemenangan bagi seluruh warga Indonesia. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya atas pendudukan Jepang.  Pada kemerdekaan ke 69 ini banyak sekali aktifitas  warga masyarakat memeriahkan dengan mengdakan lomba, festival maupun kegiatan lainnya. Sebagai seorang fotografer tentunya momen ini sangat disayangkan untuk dilewatkan. Kota Yogyakarta sendiri memiliki beragam kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan ini, misalnya pengibaran seribu Merah Putih di lereng Gunung Merapi. Tentunya sebagai warga Indonesia yang baik kita juga harut turut serta dalam meneruskan perjuangan para pahlawan sesuai keahlian kita, salah satunya mengabadikan momen kemerdekaan ini. Salam jepret .....





Peserta lomba pukul guling saling memukul untuk menjatuhkan lawan di Sungai Winongo,Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta (10/08/2014). Lomba ini diadakan guna memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia dan bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih dekat dengan sungai.

Peserta lomba pukul guling saling memukul untuk menjatuhkan lawan di Sungai Winongo,Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta (10/08/2014). Lomba ini diadakan guna memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia dan bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih dekat dengan sungai.

Seorang anak memakan krupuk dalam acara lomba makan krupuk dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 69 di Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta  (13/08/2014).

Seorang anak lelaki mengikuti lomba pukul air dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 69 di Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (13/08/2014).

Seorang anak berlari dengan menggigit sendok yang di atasnya terdapat kelereng dalam acara lomba lari kelereng rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 69 di Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (13/08/2014).

.Beberapa bendera Merah Putih yang telah dikibarkan oleh relawan yang Seribu Cita di sekitar Bunker Kaliadem, Sleman, Yogyakarta(16/08/2014). Pemasangan seribu bendera Merah Putih ini merupakan simbol dari keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. 

Relawan yang tergabung dalam Seribu Cita membawa bendera Merah Putih untuk dikibarkan di sekitar Bunker Kaliadem, Sleman, Yogyakarta (16/08/2014. Pemasangan seribu bendera Merah Putih ini merupakan simbol dari keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Seorang relawan yang tergabung dalam Seribu Cita mendirikan 1000 bendera Merah Putih untuk dikibarkan di sekitar Bunker Kaliadem, Sleman, Yogyakarta (16/08/2014).Pemasangan seribu bendera Merah Putih ini merupakan simbol dari keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Komunitas Gerombolan Tukang Tato (Gento) Yogyakarta melangsungkan upacara detik - detik kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Jogja Nasional Museum, Yogyakarta (17/08/2014). Acara ini diadakan untuk mengajak masyarat peduli terhadap veteran yang telah berjuang membela kemerdekaan Indonesia. 

Anggota veteran Yogyakarta juga turut hadir dalam upacara yang diselenggarakan Komunitas Gerombolan Tukang Tato (Gento) Yogyakarta  di halaman Jogja Nasional Museum, Yogyakarta (17/08/2014). Acara ini diadakan untuk mengajak masyarat peduli terhadap veteran yang telah berjuang membela kemerdekaan Indonesia. 

Komunitas Gerombolan Tukang Tato (Gento) Yogyakarta melangsungkan upacara detik - detik kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Jogja Nasional Museum, Yogyakarta (17/08/2014). Acara ini diadakan untuk mengajak masyarat peduli terhadap veteran yang telah berjuang membela kemerdekaan Indonesia.

Para peserta Kirab Budaya Prawirotaman berpakaian prajurit Kraton berjalan sehabis acara kirab selesei di Prawirotaman, Yogyakarta (17/08/2014). Festival seni dan kirab budaya Prawirotaman ini diselenggarakan guna meramaikan kemerdekaan Indonesia ke 69.

Para peserta Kirab Budaya Prawirotaman memakai baju perjuangan di Prawirotaman, Yogyakarta (17/08/2014). Festival seni dan kirab budaya Prawirotaman ini diselenggarakan guna meramaikan kemerdekaan Indonesia ke 69.





Monday, 14 July 2014

Uniknya Pilpres di Yogyakarta

Panitia mengecek kembali surat suara sebelum digunakan oleh seorang warga di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta  (09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta seragam berpakaian ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.
 
Pilihan presiden dan wakil presiden di tahun 2014 ini kembali diselenggarakan di Indonesia. Pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan setiap lima tahun sekali. Tentunya setiap warga Indonesia ingin ikut serta dalam pemilihan ini dengan menyalurkan suaranya dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disediakan oleh pemerintah. Di Yogyakarta pada khususnya terdapat beberapa TPS yang sangat unik.
Contohnya di TPS 15 Purbonegaran, Terban, Yogyakarta para panitia TPS menggunakan pakaian prajurit Kraton Yogyakarta.Kemudian di TPS 9 Panembahan, tepatnya di timur Magangan Komplek Kraton Yogyakarta memakai pakaian Jawa (kejawen) sebagai seragam untuk panitia TPS setempat. Di lain tempat terdapat konsep yang lebih unik lagi seiringnya diselenggarakan Piala Dunia, yakni di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta para panitia berpakaian ala sepakbola sebagai seragamnya. 


Para panitia TPS 15 mempersiapkan surat suara yang nantinya akan diberikan kepada para pemilih pilpres dan capres tahun 2014 di Purbonegaran, Terban, Yogyakarta (09/07/2014). Panitia di TPS 15 ini berpakaian unik prajurit ala Kraton Yogyakarta guna meramaikan pilpres.

Suasana di TPS 9 Panembahan (07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam.

Salah seorang pemilihberpakaian pemain sepak bola di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta berjalan menuju kotak pencoblosan (09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta seragam berpakaian ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.

Seorang warga menyalurkan hak pilihnya untuk memilih pilpres dan cawapres Indonesia di  TPS 15 Purbonegaran,Terban, Yogyakarta (09/07/2014). Panitia di TPS 15 ini berpakaian unik prajurit ala Kraton Yogyakarta guna meramaikan acara pemilihan capres dan cawapres Indonesia tahun 2014.

Seorang bapak menyalurkan hak pilihnya untuk memilih pilpres dan cawapres Indonesia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta  (09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta seragam berpakaian ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.

Seorang anak kecil menemani ibunya untuk menyalurkan hak pilih di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta yang bertemakan sepak bola(09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta seragam berpakaian ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.

Panitia TPS 15 di Purbonegaran,Terban, Yogyakarta berpakaian prajurit ala Kraton Yogyakarta mempersilahkan memasukkan surat suara ke dalam box kepada salah seorang pemilih (09/07/2014). Panitia di TPS 15 ini berpakaian unik prajurit ala Kraton Yogyakarta guna meramaikan pilpres Indonesia tahun 2014 ini.

Seorang ibu yang diantar oleh anaknya untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS 9 Panembahan, nDalem Joyokusuman,  Yogyakarta (07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyempatkan diri untuk menyidak di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta (09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta seragam unik, yakni berpakaian ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.

Seorang panitia TPS 9 yang berpakaian kejawen memperlihatkan kartu suara kepada para saksi saat perhitungan suara(07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam.

Seorang panitia TPS 9 yang berpakaian kejawen menulis jumlah suara di lembar perhitungan suara(07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam.

Seorang panitia TPS 9 yang berpakaian kejawen memperlihatkan kartu suara yang tidak syah kepada para saksi saat perhitungan suara(07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam.

Seorang warga menyelupkan jari kelingkinya sebagai tanda sudah menyalurkan suaranya di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta (09/07/2014). Para panitia di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta berseragam ala pemain sepak bola seiring berlangsungnya Piala Dunia.