Friday, 7 November 2014
Monday, 13 October 2014
TNI Pamerkan Kendaraan Lapis Baja di Yogyakarta
Monday, 6 October 2014
Grebeg Besar 1435 H Kraton Yogyakarta
Monday, 15 September 2014
Berkah Pasir Merapi
Gunung Merapi merupakan gunung
berapi paling aktif di Pulau Jawa. Namun dibalik keganasannya Gunung Merapi
memiliki banyak potensi kehidupan, salah satunya pasir vulkanik yang baik untuk
bangunan. Pasir gunung api merupakan bahan lepas berukuran pasir yang
dihasilkan pada saat gunung api meletus. Erupsi Gunung Merapi mempengaruhi
kegiatan pertambangan yang menjadi mata pencaharian masyarakat terutama di
wilayah sekitar Sungai Kali Gendol.
Berangkat sejak matahari terbit pukul 06.00 pagi, Pak Doni bersama anaknya dan Pak Jumidi bergegas berangkat dari Ukirsari, Pleret, Imogiri, Bantul menuju kawasan Kali Gendol, Cangkringan, Sleman untuk menambang pasir merapi. Pak Doni sebagai sopirnya dan Pak Jumidi yang menambang pasirnya. Penambangan pasir ini hampir dilakukan setiap hari dan libur hanya saat badan merasa lelah saja. Pekerjaan ini dilakoni sejak pasca meletusnya Gunung Merapi pada 26 Oktober hingga 6 November Tahun 2010. Sejak itu beliau berdua rutin menambang pasir sampai saat ini. Alasan menambang pasir di Merapi dikarenakan lebih baik untuk bangunan jika dibandingkan dengan pasir progo. Sekali angkut mobil terisi penuh pasir diupah seharga Rp 110.000,-. Harapan untuk pemerintah bagi mereka agar penambangan pasir di kawasan Gunung Merapi sebaiknya jangan dilarang karena mata pencaharian mereka hanyalah penambang pasir, oleh karena itu jika pemerintah melarang aktifitas penambangan pasir mereka tidak bisa menghidupi kebutuhan keluarganya lagi.
Berangkat sejak matahari terbit pukul 06.00 pagi, Pak Doni bersama anaknya dan Pak Jumidi bergegas berangkat dari Ukirsari, Pleret, Imogiri, Bantul menuju kawasan Kali Gendol, Cangkringan, Sleman untuk menambang pasir merapi. Pak Doni sebagai sopirnya dan Pak Jumidi yang menambang pasirnya. Penambangan pasir ini hampir dilakukan setiap hari dan libur hanya saat badan merasa lelah saja. Pekerjaan ini dilakoni sejak pasca meletusnya Gunung Merapi pada 26 Oktober hingga 6 November Tahun 2010. Sejak itu beliau berdua rutin menambang pasir sampai saat ini. Alasan menambang pasir di Merapi dikarenakan lebih baik untuk bangunan jika dibandingkan dengan pasir progo. Sekali angkut mobil terisi penuh pasir diupah seharga Rp 110.000,-. Harapan untuk pemerintah bagi mereka agar penambangan pasir di kawasan Gunung Merapi sebaiknya jangan dilarang karena mata pencaharian mereka hanyalah penambang pasir, oleh karena itu jika pemerintah melarang aktifitas penambangan pasir mereka tidak bisa menghidupi kebutuhan keluarganya lagi.
Thursday, 4 September 2014
Warna - Warni Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69
Bulan Agustus merupakan hari kemenangan
bagi seluruh warga Indonesia. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan
kemerdekaannya atas pendudukan Jepang. Pada
kemerdekaan ke 69 ini banyak sekali aktifitas warga masyarakat memeriahkan dengan mengdakan
lomba, festival maupun kegiatan lainnya. Sebagai seorang fotografer tentunya
momen ini sangat disayangkan untuk dilewatkan. Kota Yogyakarta sendiri memiliki
beragam kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan ini, misalnya pengibaran
seribu Merah Putih di lereng Gunung Merapi. Tentunya sebagai warga Indonesia
yang baik kita juga harut turut serta dalam meneruskan perjuangan para pahlawan
sesuai keahlian kita, salah satunya mengabadikan momen kemerdekaan ini. Salam
jepret .....
![]() |
| Seorang anak memakan krupuk dalam acara lomba makan krupuk dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 69 di Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (13/08/2014). |
![]() |
| Seorang anak lelaki mengikuti lomba pukul air dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke 69 di Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (13/08/2014). |
Monday, 14 July 2014
Uniknya Pilpres di Yogyakarta
Pilihan presiden dan wakil presiden di tahun 2014 ini kembali diselenggarakan di Indonesia. Pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan setiap lima tahun sekali. Tentunya setiap warga Indonesia ingin ikut serta dalam pemilihan ini dengan menyalurkan suaranya dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disediakan oleh pemerintah. Di Yogyakarta pada khususnya terdapat beberapa TPS yang sangat unik.
Contohnya di TPS 15 Purbonegaran, Terban, Yogyakarta para panitia TPS menggunakan pakaian prajurit Kraton Yogyakarta.Kemudian di TPS 9 Panembahan, tepatnya di timur Magangan Komplek Kraton Yogyakarta memakai pakaian Jawa (kejawen) sebagai seragam untuk panitia TPS setempat. Di lain tempat terdapat konsep yang lebih unik lagi seiringnya diselenggarakan Piala Dunia, yakni di TPS 13 Ngampilan, Yogyakarta para panitia berpakaian ala sepakbola sebagai seragamnya.
![]() |
| Suasana di TPS 9 Panembahan (07/09/2014). Para petugas di TPS 9 Panembahan, nDalem, Joyokusuman, Yogyakarta memilih pakaian kejawen sebagai seragam. |
Subscribe to:
Posts (Atom)




















































